468x60 Ads


Jumat, 15 Juni 2012

Spartan Vs Persian



SPARTA adalah kota pada zaman Yunani Kuno yang merupakan ibukota Laconia dengan kota terpenting Peloponesus di tepi Sungai Eurotas. Sparta didirikan oleh orang-orang Doria yang mengalahkan Laconia dan Messenia yang pada perkembangannya menjadi sangat kuat dan berkuasa. Pada abad ke-7 SM.

Sparta merupakan pusat kesusastraan namun sesudah tahun 600 SM ilmu kemiliteran yang lebih ditonjolkan.
Anak-anak dari golongan berkuasa (Spartiate) dilatih menjadi militer. Di bawah golongan militer adalah golongan perioeci (tukang dan pedagang) dan helot (budak-budak). Hanya kaum Spartiate yang memiliki hak hukum dan hak sipil.

Pertempuran Thermopylae adalah suatu pertempuran pada 480 SM antara aliansi negara-kota Yunani melawan invasi Kekaisaran Persia yang berlangsung di celah Thermopylae di Yunani tengah
Peristiwa ini dikenal dengan nama Battle of Thermopylae atau Perang Thermopylae (Thermopylae artinya Hot Gates) pada tahun 480 SM, yaitu perang antara gabungan pasukan dari negara-kota di Yunani melawan pasukan invasi Persia. Kalah jumlah tetapi pasukan Yunani dapat menahan pasukan Persia selama 3 hari di Thermopylae.

Pihak-pihak yang terlibat

1. Negara kota Yunani
Yunani Kuno adalah periode dalam sejarah Yunani yang berlangsung kurang lebih seribu tahun dan berakhir dengan munculnya agama Kristen.

Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat. Budaya Yunani merupakan pengaruh kuat bagi Kekaisaran Romawi, yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain Eropa.


Istilah “Yunani Kuno” diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada zaman kuno.

Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, Siprus dan Kepulauan Aegean, pantai Aegean dari Anatolia (saat itu disebut Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal dengan Magna Graecia), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Colchis, Illyria, Thrace, Mesir, Cyrenaica, selatan Gaul, timur dan timur laut Semenanjung Iberia, Iberia dan Taurica.

Peradaban Yunani Kuno sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitan Neo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.


2. Persia Achaemenid
Kekaisaran Akhemeni (Bahasa Persia Kuno: Hakh?manishiya) (559 SM hingga 338 SM) adalah kekaisaran Persia pertama yang memerintah Iran dan negara-negara sekitarnya (Afganistan, Pakistan, Turki Barat, Irak, Arab Saudi Utara, Palestina, Yordania, Israel dan Lebanon.

Luas kekaisarannya diperkirakan seluas 7,5 juta km persegi. Nama Akhemeni berasal dari pendiri kekaisaran ini Akhemenes, tetapi teori ini diperdebatkan oleh para sejarawan hingga hari ini.

Raja-raja besarnya, Kurosh (Cyrus) dan Daryavaush (Darius) selalu menyebut diri dengan penuh kebanggaan sebagai keturunan Hakh?manish (Akhemenes), leluhur mereka.

Akhemeni pada mulanya adalah sebuah negeri naungan Kekaisaran Media, tetapi negeri ini berkembang dan berhasil menumpas dan mengakhiri hegemoni Media.

Kekaisaran Akhemenid kemudian berkembang hingga ke Mesir dan menaklukkan hampir semua jajahan Yunani. Namun begitu, kekaisaran Akhemenid diakhiri Alexander Agung dari Yunani.

Di bahasa Inggris dinasti mereka disebut Achaemenid, disadur dari istilah Yunani Αχαιμενιδης (Achaemenides), artinya ‘keturunan Achaemenes’.
Pasukan Persia berjumlah lebih dari 200.000 orang terdiri pasukan negara2 bawahan dari Asia, Afrika, ditambah pasukan berkuda, gajah, dan pasukan khusus pengawal raja yang disebut Imortals.

Sedangkan pasukan gabungan Yunani terdiri dari 300 orang Sparta, 700 orang Thespia dan 6000 pasukan gabungan lainnya Pasukan Sparta berjumlah 300 orang dan hanya merupakan pengawal pribadi Raja Leonidas I. Ini dikarenakan tentara kerajaan Sparta sedang mempersiapkan diri bersama angkatan laut gabungan Yunani untuk menahan serangan laut Persia 

Leonidas dan tentara gabungannya menahan Persia di gerbang Thermopylae (disebut gerbang karena merupakan celah yang sempit diantara dua buah tebing) . Karena gerbang Thermopylae pada saat itu merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan wilayah Yunani dengan pesisir dimana pasukan Persia mendarat. Setelah 2 hari pertempuran Leonidas dapat menahan Xerxes, yang menyebabkan korban di pihak Persia mencapai 20.000 orang, sedangkan di pasukan gabungan Yunani 2.500 orang tewas. Leonidas juga kehilangan 2 orang pengawal pribadinya ketika berhasil menahan pasukan Immortals Persia. Pada hari ketiga salah seorang bangsa Yunani bernama Ephialtes berkhianat dan memberi tahu Hydarnes (pemimpin pasukan Immortals) jalan memutar dibelakang pasukan Yunani.


Karena merasa akan kalah dan ketakukan melihat besarnya jumlah pasukan Persia, sebagian pasukan gabungan Yunani pergi meninggalkan pertempuran. Raja Leonidas tetap tinggal untuk terus melawan bersama dengan 300 prajurit Sparta, 700 tentara sukarelawan dari Thespia , 400 prajurit Theba dan 900 Helot. Ada teori yang mengatakan Leonidas memberi kebebasan bagi pasukannya untuk pergi kecuali 298 pengawal pribadinya yang tetap tinggal.

Meskipun pada akhirnya Yunani kalah dan pasukan yang tinggal tertumpas habis termasuk Raja Leonidas , tapi kerugian di pihak Persia juga tidak kalah besarnya. Tercatat Raja Xerxes kehilangan 20.000 tentaranya namun versi lainya mengatakan Persia kehilangan lebih dari 70.000 pasukan.
Perang yang kita lihat pada akhir film 300 merupakan perang di dataran Platea yang terjadi 1 tahun kemudian (479 SM), dan merupakan perang terakhir antara Yunani dan Persia. perang itu dimenangkan oleh Yunani dan membuat Persia mundur dan melepaskan Yunani sebagai calon daerah jajahannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar