468x60 Ads


Senin, 18 Juni 2012

Vladimir Lenin, Sang Pendiri Soviet


Vladimir Lenin atau Vladimir Ilyich Lenin merupakan nama samaran dari Vladimir Ilyich Ulyanov, lahir di Simbirsk, Kekaisaran Rusia, 22 April 1870 – meninggal di Gorki, RSFS Rusia, Uni Soviet, 21 Januari 1924 pada umur 53 tahun, dikenal sebagai revolusioner komunis Rusia, pemimpin partai Bolshevik, perdana menteri pertama Uni Soviet, kepala negara pertama Uni Soviet secara de facto, dan penggagas Leninisme. (Nama Lenin sebenarnya adalah sebuah nama samaran dan diambil dari nama Sungai Lena di Siberia.)
Masa Muda
Vladimir Ilyich Ulyanov lahir sebagai putra dari Ilya Nikolaevich Ulyanov (1831 - 1924), seorang pegawai negeri Rusia yang berjuang meningkatkan demokrasi dan pendidikan bebas untuk semua orang Rusia. Beristerikan Maria Alexandrovna Blank (1835 - 1916). Lenin berasal dari sukubangsa yang berbeda-beda. Ia punya darah Kalmyk yang diwarisinya dari orangtua ayahnya. Dan ibunya mewarisi darah Jerman Wolga. Selain itu orangtuanya adalah seorang Yahudi. Vladimir Ulyanov (Lenin) sendiri dibaptis dalam gereja Ortodoks Rusia.
Lenin terkenal pandai dalam bahasa Latin dan bahasa Yunani. Di bulan Mei 1887 kakaknya Alexander Ulyanov mendapat hukuman gantung karena merencanakan pembunuhan Tsar Alexander III. Ini membuat Vladimir menjadi radikal, ia dikeluarkan dari Universitas Kazan karena turut serta dalam demonstrasi mahasiswa. Akan tetapi ia belajar sendiri. Tahun 1891 bisa mendapatkan izin menjadi seorang pengacara.
Revolusioner & Akhir hidup
Ketika sebagai pengacara di Saint Petersburg, ia mengenal karya-karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Karya tentang Marxisme dilarang di Rusia, Lenin ditangkap dan dipenjara selama setahun. Lalu dibuang ke Siberia. Dalam penjara pun Lenin menunjukkan bakatnya dengan mengalahkan para penghuni penjara yang lain dalam bermain catur.
Bulan Juli 1898, masih di Siberia, Lenin menikahi seorang wanita sosialis bernama Nadezhda Krupskaya. Tahun 1899, Lenin menulis buku tentang perkembangan kapitalisme di Rusia. Tahun 1900, Lenin diperbolehkan pulang dari Siberia. Lalu berkeliling Eropa dan mengunjungi konferensi-konferensi Marxis.
Tahun 1903 Lenin bertengkar dengan pengurus Partai Sosial-Demokrat dan Buruh Rusia mengenai struktur kepartaian. Julius Martov, seorang pengurus, menginginkan sebuah struktur yang agak lepas dan otonom sedangkan Lenin menginginkan struktur yang sentralistik. Partai ini pecah menjadi dua. Orang-orang Lenin disebut kaum Bolshevik yang berarti mayoritas dan orang-orang Martov disebut kaum Menshevik yang berarti minoritas

Bulan Februari 1917, berhubung dengan kekalahan besar Rusia di Perang Dunia I, Tsar Nikolas II dipaksa turun takhta. Lalu terbentuk kabinet yang dipimpin Alexander Kerensky. Pada tanggal 16 April 1917, Lenin kembali ke Petrograd, nama kota Saint Petersburg yang di 'Rusia'-kan.
Pada bulan Juli Lenin mencoba mengadakan pemberontakan kaum buruh. Namun pemberontakan ini gagal, Lenin melarikan diri ke Finlandia. Bulan Oktober 1917 Lenin kembali dan mengadakan Revolusi Oktober. Saat ini Lenin berhasil, maka tanggal 7 November 1917 menurut tarikh Kalender Gregorian atau 25 Oktober menurut tarikh Kalender Julian, revolusinya berhasil dan Kerensky melarikan diri.
Tanggal 30 Agustus 1918, Lenin ditembak oleh Fanya Kaplan, seorang wanita revolusioner, sebanyak tiga kali. Kaplan menganggap Lenin telah mengkhianati Revolusi Rusia. Lenin bisa selamat namun kesehatannya mulai menurun dan tak pernah pulih. Lenin meninggal pada tanggal 21 Januari 1924 setelah terkena stroke sebanyak empat kali.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar